طه
20. Taha
Tha-Ha · Makkiyah · 135 ayat · Juz 16
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- 20:1Juz 16
طٰهٰ ۚ
Ṭāhā.
Ṭā Hā.
- 20:2Juz 16
مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ
Mā anzalnā ‘alaikal-qur'āna litasyqā.
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi susah.
- 20:3Juz 16
اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۙ
Illā tażkiratal limay yakhsyā.
(Kami tidak menurunkannya,) kecuali sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).
- 20:4Juz 16
تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ
Tanzīlam mimman khalaqal-arḍa was-samāwātil-‘ulā.
(Al-Qur’an) diturunkan dari (Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
- 20:5Juz 16
اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
Ar- raḥmānu ‘alal-‘arsyistawā.
(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) bersemayam di atas ʻArasy.
- 20:6Juz 16
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى
Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa mā bainahumā wa mā taḥtaṡ-ṡarā.
Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
- 20:7Juz 16
وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى
Wa in tajhar bil-qauli fa innahū ya‘lamus-sirra wa akhfā.
Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).
- 20:8Juz 16
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى
Allāhu lā ilāha illā huw(a), lahul-asmā'ul-ḥusnā.
Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.
- 20:9Juz 16
وَهَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى ۘ
Wa hal atāka ḥadīṡu mūsā.
Apakah telah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?
- 20:10Juz 16
اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Iż ra'ā nāran fa qāla li'ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la‘allī ātīkum minhā biqabasin au ajidu ‘alan-nāri hudā(n).
(Ingatlah) ketika dia (Musa) melihat api, lalu berkata kepada keluarganya, “Tinggallah (di sini)! Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau mendapat petunjuk di tempat api itu.”
- 20:11Juz 16
فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى ۙ
Falammā atāhā nūdiya yā mūsā.
Ketika mendatanginya (tempat api), dia (Musa) dipanggil, “Wahai Musa.
- 20:12Juz 16
اِنِّيْٓ اَنَا۠ رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَۚ اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ۗ
Innī ana rabbuka fakhla‘ na‘laika innaka bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).
Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu. Lepaskanlah kedua terompahmu karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, yaitu Tuwa.
- 20:13Juz 16
وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى
Wa anakhtartuka fastami‘ limā yūḥā.
Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
- 20:14Juz 16
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Innanī anallāhu lā ilāha illā ana fa‘budnī, wa aqimiṣ-ṣalāta liżikrī.
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.
- 20:15Juz 16
اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى
Innas-sā‘ata ātiyatun akādu ukhfīhā litujzā kullu nafsim bimā tas‘ā.
Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
- 20:16Juz 16
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى
Falā yaṣuddannaka ‘anhā mal lā yu'minu bihā wattaba‘a hawāhu fa tardā.
Janganlah engkau dipalingkan darinya (iman pada hari Kiamat) oleh orang yang tidak beriman padanya dan mengikuti hawa nafsunya sehingga engkau binasa.
- 20:17Juz 16
وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
Wa mā tilka biyamīnika yā mūsā.
Apa yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?”
- 20:18Juz 16
قَالَ هِيَ عَصَايَۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى
Qāla hiya ‘aṣāy(a), atwakka'u ‘alaihā wa ahusysyu bihā ‘alā ganamī wa liya fīhā ma'āribu ukhrā.
(Musa) berkata, “Ia adalah tongkatku. Aku (dapat) bersandar padanya, merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan memiliki keperluan lain padanya.”
- 20:19Juz 16
قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
Qāla alqihā yā mūsā.
(Allah) berfirman, “Lemparkanlah (tongkat) itu, wahai Musa!”
- 20:20Juz 16
فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى
Fa alqāhā fa iżā hiya ḥayyatun tas‘ā.
Maka, dia (Musa) melemparkannya. Tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.