QS. AS-SAFFAT · 99–113

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

15 ayat · ± 2 menit baca

Babak 1 · QS. 37: 99–101

Doa memohon keturunan

Setelah kaumnya menolak dakwahnya, Ibrahim berkata bahwa ia akan pergi menuju Tuhannya, dan Dialah yang akan memberinya petunjuk.

Di perantauan ia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang saleh.”

Allah mengabulkan doanya dengan kabar gembira: seorang anak yang sangat santun, yaitu Ismail.

Babak 2 · QS. 37: 102

Mimpi seorang ayah

Ketika Ismail telah cukup besar untuk berjalan dan bekerja bersama ayahnya, Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?”

Jawaban Ismail menunjukkan iman yang luar biasa: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Babak 3 · QS. 37: 103–107

Ujian yang nyata

Keduanya berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Ibrahim membaringkan putranya dengan pelipis di atas tanah, siap melaksanakan perintah.

Saat itulah Allah memanggil, “Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.” Demikianlah Allah membalas orang-orang yang berbuat kebaikan.

Peristiwa itu adalah ujian yang benar-benar nyata. Allah lalu menebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.

Babak 4 · QS. 37: 108–113

Pujian yang abadi

Allah mengabadikan pujian bagi Ibrahim di kalangan generasi sesudahnya: “Salam sejahtera bagi Ibrahim.” Demikianlah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, karena ia termasuk hamba-hamba Allah yang beriman.

Allah juga memberinya kabar gembira tentang kelahiran Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.

Allah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan Ishaq. Di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, dan ada pula yang terang-terangan menzalimi dirinya sendiri. Kemuliaan tidak diwarisi, melainkan diraih dengan amal.

Kisah berikutnya Kisah Nabi Yunus dan Ikan Besar QS. As-Saffat · 139–148

Dikisahkan ulang dari ayat Al-Qur'an (terjemahan Kemenag, Tafsir Al-Mukhtashar) dan hadits riwayat al-Bukhari serta at-Tirmidzi.