QS. AS-SAFFAT · 139–148

Kisah Nabi Yunus dan Ikan Besar

10 ayat · 2 hadits · ± 2 menit baca

Babak 1 · QS. 37: 139–141

Pergi meninggalkan kaumnya

Yunus adalah salah seorang rasul Allah.

Ia pergi meninggalkan kaumnya dan menaiki sebuah kapal yang penuh muatan. Di tengah laut, para penumpang mengundi siapa yang harus dikeluarkan dari kapal, dan Yunus termasuk yang kalah dalam undian itu.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak pantas bagi seorang hamba mengatakan bahwa aku lebih baik daripada Yunus bin Matta.” Sekalipun Yunus diuji karena kepergiannya, kedudukannya sebagai nabi tetap mulia. HR. al-Bukhari 3416

Babak 2 · QS. 37: 142–144

Di perut ikan

Yunus pun dilemparkan ke laut, lalu ditelan seekor ikan besar dalam keadaan tercela atas perbuatannya.

Di dalam kegelapan perut ikan, Yunus terus bertasbih kepada Allah. Seandainya ia bukan termasuk orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap berada di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa Dzun Nun (Yunus) ketika berada di perut ikan adalah: “La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin” (Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim). Tidaklah seorang muslim berdoa dengannya untuk suatu urusan melainkan Allah mengabulkannya. HR. at-Tirmidzi 3505

Babak 3 · QS. 37: 145–148

Kembali kepada kaumnya

Allah mengampuninya. Ikan itu melemparkannya ke daratan yang tandus dalam keadaan sakit dan lemah.

Allah menumbuhkan untuknya sebatang tanaman sejenis labu untuk menaunginya hingga ia pulih.

Kemudian Allah mengutusnya kembali kepada kaum yang jumlahnya seratus ribu orang atau lebih. Mereka pun beriman, dan Allah memberi mereka kenikmatan hidup sampai waktu yang ditentukan.

Hadits terkait

Kisah berikutnya Kisah Nabi Musa dan Khidir QS. Al-Kahf · 60–82

Dikisahkan ulang dari ayat Al-Qur'an (terjemahan Kemenag, Tafsir Al-Mukhtashar) dan hadits riwayat al-Bukhari serta at-Tirmidzi.